Sabtu, 27 Desember 2014

Gadis Inggris Meninggal Dunia Beberapa Bulan Setelah Masuk Islam
Cerita ini sangat menyentuh. Saya mengangkat cerita ini bukan karena agama, tetapi mengungkapkan betapa ia bisa begitu takjub dan tersentuh karena sesuatu, lalu mencari tahu, mempelajari, dan akhirnya ia mencintai. 

Anda bisa mencarinya di Youtube bagaimana Cassie merekam suaranya sebagai kesaksian sebelum ia meninggal dunia. Kini ia sudah kembali kepada-Nya untuk selama-lama sejak Oktober 2010 lalu.

Berikut ini skrip dari kesaksian Cassie. Mendengarkan rekaman aslinya membuatku sangat terharu, sesak dada rasanya. Skrip dalam bahasa Inggris beserta terjemahannya.

----------------


My name is Cassie, I am 23 years old. I graduated as a qualified nurse this year and was given my first position as a home nurse.

(Namaku Cassie, umurku 23 tahun. Aku lulus sebagai perawat tahun ini dan diberi tugas pertama sebagai perawat rumahan).

My patient was an English gentleman in his early 80s who suffered from Alzheimers. In the first meeting I was given the patient’s record and from it could see that he was a convert to the religion of Islam, therefore he was a Muslim.

(Pasienku adalah seorang pria Inggris usianya mendekati 80an yang menderita Alzheimer. Pada pertemuan pertama, aku diberi catatan pasien dan darinya aku bisa tahu bahwa dia mualaf yang berpindah ke agama Islam, oleh karenaya dia seorang muslim).

I knew from this that I would need to take into account some modes of treatment that my go against his faith, and therefore try to adapt my care to meet his needs. I brought in some ‘halal’ meat to cook for him and ensured that there was no pork or alcohol in the premises as I did some research which showed that these were forbidden in Islam.

(Dari catatan itu aku tahu bahwa aku harus memberikan perawatan yang sesuai dengan kepercayaannya, seingga aku mencoba mengadaptasi cara merawatku agar sesuai dengan kebutuhannya. Aku membeli daging "halal" untuk dimasak untuknya dan memastikan bahwa tidak ada daging babi ataupun alkohol seperti yang tertuang di catatan sehingga aku pun mencari tahu apa-apa yang dilarang dalam Islam)

My patient was at a very advanced stage of his condition so a lot of my colleagues could not understand why I was going to so much effort for him, but I understood that a person who commits to a faith deserves that commitment to be respected, even if they are not in a position to understand.

(Pasienku berada dalam tahapan yang sangat lanjut sehingga banyak teman kampusku yang tidak mengerti mengapa aku begitu keras berusaha untuknya, namun aku paham bahwa orang yang berkomitmen dengan keyakinannya layak dihargai atas komitmennya itu, bahkan ketika dalam kondisi yang tidak bisa dimengerti sekalipun)

Anyway after a few weeks with my patient I began to notice some patterns of movement.

(Setelah beberapa minggu bersama pasienku, aku mulai memperhatikan beberapa pola gerakan.)

At first I thought it was some copied motions he’d seen someone do, but I saw him repeat the movements at particular times; morning, afternoon, evening.

(Awalnya aku mengira dia meniru gerakan seseorang yang ia pernah lihat, tetapi aku lihat dia mengulangi gerakan yang sama pada waktu-waktu tertentu: pagi, siang, dan petang).

The movements were to raise his hands, bow and then put his head to the ground. I could not understand it. He was also repeating sentences in another language, I couldn’t figure out what language it was as his speech was slurred but I know the same verses were repeated daily.

(Gerakan-gerakan itu yakni mengangkat kedua tangannya, membungkuk kemudian menaruh kepalanya ke lantai. Aku tidak mengerti apa itu. Dia juga mengulang-ulang kalimat-kalimat yang ada dalam bahasa lain, aku tidak mengerti bahasa apa itu karena dia mengucapknya tidak begitu jelas namun aku tahu itu adalah ayat-ayat yang diulang setiap harinya.)

Also there was something strange, he didn't allow me to feed him with my left hand [I am left-handed]. Somehow I knew this linked to hi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar